Sabtu, 30 November 2013

Saya bukan Penulis. Tetapi, saya ingin belajar menjadi penulis :)
Jadi, maklumkan saja ya =D

Cerita Dibalik Hujan

ini cerita saya, yang saya buat pada tanggal 11 november 2013.pas saat ketika hujan. selamat membaca :)

Termenung meratapi tiitk hujan yang menederas di balik kaca tebal dihadapanku. Titik–titik air mulai menyelimuti separuh tubuh meresap ke permukaan. Dia tidak merasa dingin, kenapa? Padahal, kaca itu tidak memakai penutup apapun. Dan juga dia tidak merasa keberatan. Padahal, sekelompok titik air itu terus berdatangan ketubuhnya. Namun, air sungkan. dia meleleh perlahan setelah hinggap dipemukaan kaca. Turun.. turun dan turun hingga permukaan dasar. Lalu, dia meresap kedalam. Dan membasahi hamparan rumput yang bergoyang diterpa angin kencang. Dan sepertinya rumput itupun juga tidak merasa keberatan, dia menikmati suasana dingin yang berhembus

Matakulalu bergerak mengikuti  gerak air yang meluncur di dinding depan. Terselip oleh mataku seekor semut merah kecil berdiam disudut belah antar dinding. Dia seperti menunggu, menunggu siapa?Aku  masih penasaran. Tiba-tiba, dia berjalan seperti garis parabola pada grafik koordinasi. Lalu dia kearah garis ynegative mecapai dasar koordinasi dinding. Ternyata, disana telah berkumpulsemut merah kecil lainnya berbaris di daun ketapang yang jatuh berhembus kearah mereka. Lalu, semut itupun menjatuhkan diri ke daun. Semua semut berjalan serentak layaknya pasukan berbaris kelubang tanah yang tidak tersentuh titik air.

Daunpun begitu, pohon ketapang yang tumbuh didepan, terus berjatuhan. Daun itu berhembusan dibawa angin kencang. Ada yang ke utara, timur, barat laut, barats erta timur laut. Tetapi, tidak ada yang keselatan . kenapa? Apakah selatan tidak marah jika dia tidak dapat bagian? Aku masih berpikir. Tiba-tiba, salah satu daun jatuh kearah selatan. Aku masih menunggu daun selanjutnya, tetapi tidak pernah muncul. Aku kasihan dengan daun itu. Dia hanya sendiri berdiam disana menunggu angin untuk membawa tubuhnya ke arah yang lain.

Aku mulai berpikir, memejamkan mata lalu membuka kaca tebal. Kugerakkan tanganku secara perlahan kearah depan dan tanganku mulai merasa hawa dingin diluar. Mataku masih terpejam kaku, dingin itu mulai menusuk ke tulang dan mengajak pikiranku untukbermain bersamanya. Bujukan mereka berhasil. Aku membuka mata dan pergi keluar rumah.

Tanpa topi, jacket dan sandal. Aku berlari keluar rumah. Aku ingin mencoba hidup ketika hujan. Aku ingin hidup bersama mereka. Titik air, Semut, Guguran daun dan Angin. Aku ingin semuanya Hidup. Titik-titik air itu membasahi seluruh badanku. Dan daun-daun itu bergembira ria bersamaku. Berputar mengikuti arah angin. Angin membawaku keselatan. Aku hidup bersama daun yang tadi sendirian. Aku membungkukkan sedikit badan melihat dengan jelas apa yang sedang terjadi pada daun yang kesepian. Dia tetap tenang. Apakah dia menangis? tangisan itu tidak terlalu jelas, karena air matanya ditutupi air hujan yang berjatuhan ketubuhnya. Air hujan menutupi air matanya, Lalu, daun lain berhembusan ke arah selatan. Aku senang. Akhirnya, daun itu mendapatkan teman.

Aku berjalan kearah perkumpulan semut kecil. Aku tidak melihat mereka lagi. Aku sangat sedih, aku tidak bisa bermain bersama mereka. Aku terus menunggu, merekatak kunjung keluar. Tak kujung keluar, apakah mereka tidak ingin hidup ketika hujan? Kenapa, saat hujan tidak ada yang menjalankan aktivitas mereka seperti biasa.

Aku berlari kearah pohon, berputar mengelilinginya. Lalu duduk bersandar ditubuhnya. Tiba-tiba celah sinar menajam kearahku. Lalu menyebar kesemua permukaan. Hujan telah tiada. Diganti dengan mentari panas menyengat air. Aku berdiri, melihat sekelilingku. Kenapa begitu cepat mereka menghilang? Semua yang semula basah menjadi kering dan berubah menjadi segar. Dan awanpun juga begitu, yang tadinya gelap berubah menjadi garis setengah lingkaran penuh warna. Yang sering disebut orang sebagai pelangi. Mejikuhibiniu, warna yang melapisi tubuhnya. Sekarang, aku tau! Hujan, megganti semua menjadi baru. Hujan, menutupi Kesedihan menjadi kegembiraan. Hujan mengganti gelap menjadi terang. Aku ingin selalu hidup bersama mereka. The rain did not replace anything you thought!!
“Rain,Can you play with me again?”


https://fbcdn-photos-f-a.akamaihd.net/hphotos-ak-frc3/1466175_549979381754859_251881492_a.jpg